Iman Yesus
Yesus hidup dengan iman yang sejati—kepercayaan rohani yang memberdayakan kehidupan-Nya sebagai manusia dan menjadi teladan bagi hubungan kita sendiri dengan Allah.
Ringkasan
Makalah ini mengungkap bagaimana Yesus menunjukkan jenis iman yang sama sekali baru—bukan berdasarkan tradisi, akal budi, atau harapan putus asa, melainkan berdasarkan pengalaman pribadi langsung dengan Tuhan. Berbeda dengan tokoh-tokoh agama yang mengubah iman yang mendalam menjadi fanatisme, Yesus mempertahankan spiritualitas yang seimbang dan praktis sambil mencapai tingkat kepercayaan dan hubungan dengan Yang Ilahi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pendekatannya mendefinisikan ulang iman dari sekadar sistem keyakinan menjadi hubungan pribadi yang hidup dengan Bapa Semesta yang penuh kasih.
