4

Yang Mahakuasa dan Mahatinggi

Tuhan Yang Maha Esa terwujud melalui penyatuan antara nilai-nilai spiritual dan kepribadian yang penuh kekuatan—dua aspek evolusi yang saling melengkapi.

Ringkasan

Makalah 116 membahas salah satu misteri terbesar dalam agama: mengapa penderitaan ada jika Tuhan itu sempurna? Jawabannya terletak pada pemahaman bahwa para pencipta alam semesta lokal kita, meskipun bersifat ilahi, tetaplah makhluk yang terus berkembang dan terbatas. Perspektif revolusioner ini memperkenalkan Yang Mahakuasa Tertinggi—sebuah Keilahian yang terus berkembang dan belajar melalui pengalaman, yang berkembang melalui gabungan pengalaman semua makhluk, sehingga menyiratkan bahwa alam semesta itu sendiri sedang dalam perjalanan menuju kesempurnaan, bukan dimulai dari kesempurnaan itu sendiri.

0:000:00